Pepesan Kosong Self Government Aceh

MEMBACA judulnya, sudah barang tentu buku ini lahir dari sebuah keprihatinan penulisnya. Prihatin atas kondisi Aceh saat ini yang begitu mengagungagungkan sistem self government. Sebuah bentuk pemerintahan Aceh pasca ditandatanganinya MoU Helsinki, 15 Agustus 2005.
Istilah self government atau pemerintahan sendiri, menjadi sesuatu yang tidak asing bagi publik di Aceh pascaperdamaian.

Kisah Fasisme Hindia-Belanda

Judul Buku: Orang dan Partai Nazi di Indonesia (kaum pergerakan menyambut fasisme)

Keranjang Kosong Demokrasi Aceh

Dalam buku The Role of Democracy for Peace and Reconstruction (Agustus 2009) disebutkan bahwa pasca-perdamaian (Agustus 2005), Aceh mengalami kemunduran demokrasi secara cukup signifikan.

Buku Perang Belanda Dijual Rp. 750.000

Banda Aceh – Buku Perang Kolonialis Belanda dengan Aceh yang dimulai semenjak tahun 1873 dijual dengan harga Rp. 750.000,- buku tersebut merupakan kumpulan foto-foto pasukan Belanda dan pasukan Aceh yang sempat didokumentasikan oleh Emmo Italiaander.

Resensi Buku: Aceh di Balik Kacamata Rayben Urang Sunda

Sebulan, setelah tenda darurat 800-an pengungsi musibah tsunami berdiri, tiba-tiba seorang nenek, dua orang cucu, dan seorang perempuan yang diaku sebagai menantu si nenek datang ke titik pengungsian di Mesjid Kopelma Darussalam, Banda Aceh. Mereka mengaku korban tsunami. Tapi, empat tahun usai ‘air raya kh’op’ itu mereka masih tinggal di pengungsian di bantaran krueng Aceh. Mereka menanti janji bantuan rumah di kawasan Ladong, Aceh Besar.

Sponsor