PERGERAKAN teroris di Indonesia sudah mulai mengembang. Mirip dengan apa yang terjadi di Perairan Somalia, Selat Malaka telah terancam oleh pergerakan perompak-perompak laut. Teroris di Aceh dikatakan memiliki keterkaitan dengan teroris yang disergap di Pamulang (Jakarta). Bahkan Gubernur NAD Irwandi Yusuf mengakui bahwa teroris di Aceh datang dari Pamulang. Penyergapan teroris di Pamulang Selasa (9/3) kemarin di mana tiga teroris tewas dan salah satunya diyakini teroris paling dicari, otak Bom Bali, Dulmatin, merupakan pengembangan dari penggerebekan teroris di Aceh. Menurut beberapa sumber kelompok teroris kini sedang aktif melaksanakan latihan di Aceh. Pihak kepolisian Indonesia telah memburu teroris tersebut, menangkap sebagian di antaranya dengan korban yang telah jatuh di kedua belah pihak. Sasaran laut sebagai target beroperasinya teroris, harus diwaspadai dengan benar, sebab Indonesia adalah negara kepulauan dimana laut menjadi ‘jembatan’ antar pulau.
Indonesia bukanlah negara teroris atau pun tempat terorisme tumbuh dan berkembang, karena sesungguhnya Indonesia justru negara yang menjadi korban terorisme itu sendiri. Bukti yang ada menunjukkan bahwa terorisme itu datang ke Indonesia dari luar negeri.
“EMPAT terorisme dibekuk” begitu berita yang dilansir harian ini ( Serambi, 24/02). Kita tersentak sekaligus menarik untuk dianalisasis. Dan menurut saya suatu yang ganjil. Kecuali jatuhnya korban warga sipil, ternyata sampai saat ini belum terungkap apa benar ada teroris di Aceh. Terlalu banyak hal yang kabur, dan masyarakat harus diberikan informasi agar kasuistik itu tidak ‘abu-abu’ sehingga dikhawatirkan akan memberi ruang pihak tertentu untuk memanfaatkan situasi dengan menjustifikasi kalau Aceh belum seutuhnya damai. Atau boleh jadi ada “upaya” lain untuk pembusukan. Ini penting diperjelas.
Ketika pria asal Nigeria, Umar Farouk Abdulmutallab, berada di pengadilan distrik Michigan, Amerika Serikat, pekan lalu, ia tampak tenang dan tak menyesali perbuatannya. Bahkan, ia mengungkapkan masih ada 20 kandidat pelaku serangan bunuh diri yang sedang antre untuk melakukan aksinya kapan saja.
Hari ini, empat belas hari lalu, Presiden RI keempat KH Abdurrahman Wahid, wafat di usia ke-69, dan hanya beberapa jam setelah guru bangsa ini mangkat, masyarakat mengusulkannya menjadi pahlawan nasional.

Tetapi, catatan dan testimoni mengenai sumbangsih kyai besar ini pada bangsa, peradaban dan manusia, mengalir deras dan terlampau besar untuk dibingkai oleh sekedar predikat pahlawan nasional.
TSUNAMI telah membinasakan Aceh lima tahun dahulu, namun azam dan kegigihannya masih ada.
TANGGAL 4 Desember 1976, tiga puluh tiga tahun yang lalu, pernah lahir sebuah identitas politik bernama Aceh Merdeka (AM). Dalam banyak catatan telah diulas tentang alasan kemunculan, ideologi dan paradigma gerakan. Setelah mengalami pasang surut irama pembentukan, baik secara kuantitas maupun kualitas, mengarungi tahun dan dekade serta bertransformasi melalui berbagai peristiwa politik, pertanyaannya hari ini –tanggal 4 Desember [2009]– dimana identitas itu?
Catatan ini saya mulai dengan sebuah refleksi pribadi saat menghadiri menghadiri Silaturrahmi Ureung Aceh Ban Sigom Donya [2-4 Oktober 2009] di Fjerritlev, Denmark. Pertemuan ini dihadiri oleh 300-an warga Aceh perantauan (Acehnese Overseas) yang tersebar di Denmark, Norwegia, Swedia, Finlandia, Jerman, dan Malaysia. Diwarnai dengan segala kritik terhadap proses pembangunan Aceh paska perdamaian, forum mengalir penuh antusiasme untuk berkontribusi dalam proses membangun Aceh.
FILM 2012 yang diputar di bioskop-bioskop di Jakarta, yang menggambarkan situasi kiamat tahun 2012 ini telah menyedot perhatian sehingga sekali sampai empat kali tayang. Karena film ini bercerita tentang hari kiamat yang menjadi bagian keimanan muslim, para ulama pun memberikan pendapat, bahkan putusan resmi. MUI Kabupaten Malang, Jawa Timur beberapa waktu lalu mengeluarkan kecaman terhadap film yang masuk bioskop Indonesia per 13 November lalu itu. MUI menilai film 2012 hanya akan membawa keresahan publik akan datangnya hari kiamat. Maka film tersebut haram ditonton.
Seremoni pengambilan sumpah jabatan 69 anggota legislatif Aceh (DPRA) periode 2009-2014, sudah dilaksanakan. Juga telah dilantik anggota legislatif di 23 kabupaten/kota seluruh Aceh. Artinya, pascapelantikan itu adalah hari pertama mereka menjadi wakil rakyat Aceh, wajib menjalankan aspirasi rakyat dan menanggalkan atribut-atribut partai politiknya. Sekarang sejauhmana mereka komit atas sumpahnya.
Oleh Affan Ramli – Tak ada satu keluarga Aceh pun yang waktu itu, yang begitu besar perannya dalam Perang Aceh, selain keluarga ulama Tiro, dan tidak pula ada keluarga Aceh lainnya, yang meneruskan perjuangan sampai kepada titik darah penghabisan, selain keluarga itu. Keluarga inilah dalam peperangan itu, merupakan sasaran operasi penyerangan bala tentara kita (Belanda), yang merupakan bahagian yang paling mengesankan dalam sejarah perang Aceh dan dapat menjadi sumber cerita-cerita kepahlawanan (Zentgraaf :1938)
Hubungan Indonesia-Malaysia kian kompleks, sehingga tidak dapat dipahami secara emosional. Selama ini sikap kebanyakan masyarakat Indonesia terhadap Malaysia lebih banyak dipengaruhi oleh pemahaman lama yang statis tentang identitas Malaysia sebagai bagian dari negara serumpun yang memiliki banyak persamaan nasib dan nilai-nilai dengan Indonesia.
Tidak terasa sudah empat tahun lamanya MoU Helsinki sudah ditandatangani. Apakah ada perubahan yang signifikan? Tidak terasa pula sudah 64 tahun Indonesia merdeka. Namun, coba lihat apakah kita sudah benar-benar merdeka? Itulah sederet lontaran pertanyaan klise yang terus membayangi benak pikiran kita kala kita merefleksi hari ulang tahun dua momentum bersejarah dalam bulan Agustus tahun ini.
Havana – Kisah hidup Ernesto Che Guevara memang telah melegenda selama puluhan tahun. Namun, tak seorang pun tahu siapa sebenarnya orang yang harus ‘bertanggung jawab’ atas tersebarnya foto diri pria brewok bertatap mata tajam yang mengenakan seragam militer lengkap dengan baretnya itu. Apalagi, foto itu ternyata adalah foto yang paling banyak direproduksi di seluruh dunia.
Jakarta – Tahun 2012 tiba-tiba menjadi angka menakjubkan, setelah para ilmuwan dan penulis belakangan ini mengungkapkan ramalan bangsa Maya kuno tentang akhir zaman yang jatuh pada 21 Desember 2012, akhir siklus kalender bangsa itu.