Medan – Pelaku serangkaian teror bom melalui pesan singkat (SMS) di kota Medan, Sumatera Utara ternyata merupakan seorang calon anggota TNI. Indra Gunawan tersangka yang berhasil dibekuk mengaku hanya iseng mengirim pesan yang berisi ancaman.
Tersangka warga jalan Titi Pahlawan, Medan Labuhan di tangkap petugas di terminal Pato, Banda Aceh, Nangroe Aceh Darussalam, Kamis 23 Juli 2009.
Dari penyidikan petugas, tersangka berada di Banda Aceh untuk mengikuti seleksi masuk menjadi calon anggota TNI. Petugas juga mengamankan dua buah handphone milik tersangka.
Tersangka sendiri tiba di Bandara Polonia Medan, dengan menggunakan pesawat Garuda.
Dari keterangan tersangka yang masih berusia 18 tahunm dirinya mengaku tidak memiliki motif apapun, dan hanya iseng melakukan aksi teror.
“Saya sudah mengirim 100 SMS berisi ancaman ke sejumlah nomor telepon yang diperpleh dari layanan publik,” tuturya.
Sementara, Kasat Reskrim Poltabes Medan, Kompol Gideon Arif Sertyawan mengatakan, tersangka dapat dijerat dengan undang-undang no 11 tahun 2008, tentang informastika dan transaksi elektronik, karena menyebabkan pesan yang berisi ancaman.
“Petugas masih menyelidiki kemungkinan tersangka yang melakukan serangkaian aksi di beberapa hotel berbintang di kota Medan. (vivanews)
Berita Terkait:
- Ancaman Selat Malaka Terkait Teroris Aceh?
- Isu Teroris: Jalan Banda Aceh-Medan Dirazia, Satu Penumpang Bus Ditembak
- DKI, Medan dan Aceh Tolak Muktamar Washliyah di Manado
- Polisi Buru Pelaku Kejahatan Bersenjata di Aceh
- 3 Imigran Myanmar Dibekuk di Medan
- Anggota Jamaah Islamiyah Terkait Perampok Diciduk di Medan
- Petugas Polonia Gagalkan Pengiriman Sabu, Warga Aceh Ditahan
- Perampok Spesialis Grosir Kena Tembak, Pelaku Pernah Beraksi di Aceh
- Bandara Aceh Gagalkan Penyelundupan Ganja
- Intimidasi dan Ancaman Marak di Aceh Utara dan Lhokseumawe




