Polisi Los Angeles Miliki Ustad
Los Angeles – Di antara 10 ribu polisi anggota Los Angeles Police Department (LAPD), kaum muslimnya tak lebih dari 1%. Namun meningkatnya kesalah-pahaman warga Amerika dan komunitas muslim memaksa Pemerintah Amerika umumnya, LAPD khususnya, memiliki tokoh yang bisa menjembatani, untuk meminimalisir konflik dan salah paham diantara dua pihak.
LAPD kini sudah mendapatkannya. Dialah Sheik Qazi Asad, 47, pria keturunan Pakistan. Tugas resminya melayani kegiatan keagamaan dan upacara-upacara Islam di LAPD wilayah utara.
Lebih dari itu, Sheik Qazi Asad akan memberikan masukan tentang Islam kepada jajaran polisi Los Angeles, dan sebaliknya Sheikk Qazi Asad akan menjadi petugas “humas” yang menjelaskan berbagai kebijakan keamanan sipil AS kepada 50 ribu warga muslim kota metropolis “terpanas” di AS itu
Selama ini, hal-hal yang terkait dengan kaum muslim di AS dilayani oleh pekerja sukarela yang menyumbangkan waktu 8 jam sebulan. Kini dengan kehadiran Ustadz Qazi Asad, LAPD sewaktu-waktu dia bisa meminta bantuannya untuk menjembatani komunikasi LAPD dengan warga muslim di sana, khususnya yang sedang bermasalah dengan kepolisian.
Sheik Qazi Asad datang ke AS pada usia 24 tahun, 23 tahun lalu, dengan minim uang dan bahasa Inggris pas-pasan. Dia belajar bahasa Inggris di LA City Colleege sembari menyimak berita-berita di teve.
Bekerja mencari nafkah sebagai petugas asuransi, di waktu luangnya dia berdakwah, dan melaksanakan upacara-upacara kemusliman.
Perannya makin maksimal sebagai ustadz ketika meletus peristiwa 11 September 2001, yakni penabrakan pesawat ke dua menara kembar di New York. Sentimen antimuslim merebak di Amerika, termasuk Los Angeles. Dia pun sibuk menjadi pembelaan kepada warga muslim yang berurusan dengan pihak kepolisian.
Dia bertemu dengan Lee Baca, Kepala Sherif di Wilayah Los Angeles saat berlangsung demo ribuan kaum Muslim akibat keinginan LAPD untuk mendata warga muslim di sana.
Kerapnya bertemu membuat mereka saling kenal. Mereka yang sebelumnya berseberangan akhirnya terjalin berkomunikasi intens. Alih-alih bermusuhan, justru mereka bersahabat dan bekerjasama.
Sejakdua tahun silam, Asad banyak memberikan masukan ke bagian keamanan dalam negeri untuk imigrasi, perbatasan, FBI, dan LAPD.
“Petugas tak tahu tentang Islam dan memahami komunitas Islam di Los angeles. Dia menjadi orang yang mengedukasi menjelaskan hal itu, kata Letnan Mark Staindbrook dari biro intelegent dan anti teroris asing.
Banyak harapan yang diletakkan di pundak Asad kini. Lee Baca menegaskan, Asad akan sanggup menanggungnya. “Kami ingin ada komunikasi yang mantap di antara keduanya. Bisa saling memahami di antara kedua belah pihak, “ kata Asad. “Ini pembukaan awalnya, “ katanya.
Sebagaimana ustad, Asad berjenggot, dan mengenakan pakaian tradisional muslimnya, memakai sorban. Penampilan yang membuat warga Amerika dan orang-orang barat cenderung awas, waspada.
Tapi LAPD sudah tak khawatir pada penampilannya, karena bagi LAPD Ustad Qazi Asad ada di pihaknya. “Dia adalah orang kita” kata Sherif Lee Baca. (poskota)
Berita Terkait:
- Islam Datang ke AS Dahului Columbus RALEIGH – Sebuah pameran di North Carolina mengeksplorasi warisan awal...
- 64% Warga Pakistan Pandang AS Sebagai Musuh Islamabad – Sebuah jajak pendapat menemukan 64% warga Pakistan memandang...
- Muslim Uighur di Xinjiang Sudah Lama Tertekan Tindak kekerasan di Xinjiang tidak terjadi tiba-tiba. Akar penyebabnya adalah...
- Mahasiswa Aceh Mesir Mendapat Informasi Perkembangan Syariat Islam di Aceh Mesir - Setelah beberapa hari yang lewat mahasiswa Aceh Mesir...
- Terry Holdbrooks ; Memeluk Islam di Penjara Guantanamo “Aku sangat tersentuh dengan kelakuan para napi. Mereka terlihat khusyuk...
- Separatis Garis Keras Kashmir Kecam Taliban Srinagar, India – Aksi-aksi terorisme yang dilakukan oleh para anggota...
- Dialog Antara Islam dan Barat Merupakan Suatu Kewajiban Kairo - Direktur Utama Dewan Tinggi Urusan Islam Kairo, Dr....
- Setelah 33 Tahun, Yusuf Islam Konser di AS Musisi balada Inggris, Yusuf Islam, tampil dalam konser pertamanya di...
- Hasil Survey Muslim Eropa Warga muslim di Eropa memiliki kesetiaan kepada negara, lebih besar...
- Clinton: Prioritas Utama Cegah Iran Miliki Senjata Nuklir VOA News – Menteri LN Amerika Hillary Clinton mengatakan, prioritas...
Beri Komentar