Pengamat politik AAGN Ari Dwipayana menilai Debat Calon Presiden semalam secara teknis berlangsung baik. Secara substansi, ada beberapa topik yang tak terbahas.
“Di awal acara, moderator mampu memecah kebekuan suasana,” kata Ari secara tertulis dalam pesan Facebook untuk VIVAnews, Jumat 3 Juli 2009. Moderator Dr Pratikno dinilai sukses membuat suasana rileks setelah acara dibuka dengan menyanyikan lagu nasional.
Satu masalah teknis yang muncul adalah terbatasnya waktu kandidat menjawab pertanyaan moderator. Waktu menanggapi diperpendek menjadi 1,5 menit dan klarifikasi 1 menit. “Ini membutuhkan kemampuan untuk menjawab secara cepat dan tepat,” ujar Ari.
Akibatnya, ada kandidat yang kesulitan menjawab secara ringkas sehingga melewati waktu yang disediakan. “Bahkan Mega diingatkan berkali-kali,” ujar pengajar di Jurusan Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada itu.
Sementara masalah substansi, Ari melihat beberapa kandidat gagal menangkap pertanyaan secara tepat sehingga menjawab secara bias. Misalnya ketika ditanya soal efektivitas program pusat di daerah, ada yang menjawab dengan menjelaskan masalah Keluarga Berencana.
Kemudian, para calon presiden tidak mengelaborasi dalam mengenai ketimpangan pembangunan antardaerah, kemudian anggaran daerah yang berpihak dan problem korupsi yang marak di daerah. Satu hal lagi, para calon presiden tidak bicara mengenai perkembangan politik lokal dan implementasi otonomi khusus di Aceh dan Papua.
Namun Debat semalam berhasil memunculkan diferensiasi antarcalon misalnya mengenai isu Daftar Pemilih Tetap, Pemekaran, dan Daerah Perbatasan. “Juga perdebatan seru justru dipancing oleh JK lewat isu iklan putaran,” kata Ari yang berdarah Bali itu.
Debat calon presiden semalam bertema “Negara Kesatuan Republik Indonesia, Otonomi Daerah dan Demokrasi.” Moderator debat yang ditayangkan RCTI itu adalah Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UGM, Dr Pratikno.(vivanews)
Berita Terkait:
- SBY Janji Ayomi Semua Suku & Etnis
- Persaingan di Aceh: Partai Aceh Tidak Mendukung Capres Tertentu
- Aceh, “Merek Dagang” Capres
- Analis Hukum: Capres Belum Memiliki Konsep Jelas
- Hanya Demi Pertumbuhan Ekonomi, Demokrasi Jangan Diabaikan
- Jadwal Kampanye Capres Hari Ini
- Capres-Cawapres Kurang Angkat Isu Perempuan
- JK-Win Siap Penuhi Undangan Debat HAM
- KontraS Aceh: Rakyat Harus Lebih Selektif Pilih Capres
- KPA Belum Usung Capres




