Perang dingin para tim sukses masing-masing kandidat terus terjadi di akhir masa kampanye. Kini, kubu capres-cawapres JK-Wiranto ‘menyerang balik’ pernyataan tim SBY-Boediono soal belum saatnya orang Sulawesi Selatan atau suku Bugis menjadi presiden.
“Semua punya kesempatan yang sama. Sungguh absurd, arogan, dan dangkal, kalau ada siapapun yang mengatakan sekarang bukan saatnya bagi orang dari suku tertentu untuk memimpin,” kata salah satu tim sukses JK-Wiranto, Dradjad Wibowo di Jakarta, Kamis, 2 Juli 2009.
Menurut anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari Partai Amanat Nasional (PAN) ini, setiap warga Indonesia berkesempatan dan sangat berpeluang untuk menjadi presiden. Itu pun merujuk pada UUD 1945 dan peraturan perundang-undangan.
“Bagi kelompok intelektual, konstitusi kita tidak mengatur kapan saatnya orang Jawa, Bugis, Batak, Melayu, Papua, atau suku lain memimpin Indonesia,” ujar dia.
Pada kampanye cawapres Boediono di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu, 1 Juli kemarin, tim sukses SBY-Boediono yang juga asal Sulawesi Selatan, Andi Mallarangeng, mengatakan belum waktunya orang Bugis menjadi pemimpin nasional.
“Lalu kapan anak Sulawesi Selatan? Ada waktunya. Tapi saat ini yang terbaik adalah SBY-Boediono,” kata Andi Mallarangeng.(vivanews)
Berita Terkait:
- Tokoh Kalbar Inginkan Jatah Menteri
- Pasangan SBY-Boediono Didukung Semua Suku
- SBY-Boediono Unggul di 22 Provinsi
- Quick Count IDM: Mega-Prabowo Teratas, SBY-Boediono Paling Bawah
- SBY-Boediono Sementara Unggul 94 Persen di Aceh
- SBY Janji Ayomi Semua Suku & Etnis
- Inilah Kantung Suara SBY-Boediono
- Kalla Bakal Dapat Gelar Anak Adat Suku Papua
- Elemen GAM Dukung SBY-Boediono
- Peneliti: Masyarakat Aceh Mayoritas Pilih SBY-Boediono




