Musisi balada Inggris, Yusuf Islam, tampil dalam konser pertamanya di Amerika Serikat dalam 33 tahun terakhir. Dia tampil di hadapan 400 penggemar dari masa lalunya, ketika dia masih bernama Cat Stevens.
Musisi berusia 60 tahun ini melantunkan hits-hits semacam Peace Train, Wild World, dan Where Do the Children Play, serta lagu dari album barunya, Roadsinger. Yusuf tampil dengan janggut lebat abu-abu, kaos oblong, dan jaket tak berlengan, di Los Angeles, Senin waktu setempat.
“Saya bertaruh Anda berpikir kita tidak akan pernah melakukan ini,” kata Yusuf mengawali konsernya, dikutip dari Reuters, Selasa (12/5/2009).
Pernyataannya itu mengacu pada insiden penolakan terhadap dirinya saat hendak masuk Amerika Serikat tahun 2004. Ketika itu, namanya ditemukan dalam daftar tidak boleh terbang (no-fly list) karena dia disangka sebagai anggota jaringan teroris. Ternyata ketika itu terjadi kekeliruan, karena ada kemiripan nama Yusuf dengan tersangka teroris Youssouf Islam.
Yusuf menjadi muslim pada 1977 setelah mengalami near-death experience. Dia meninggalkan gemerlap kehidupannya sebagai bintang, dan terlibat dalam kegiatan-kegiatan amal. Dia juga beberapa kali mengalami persoalan lantaran dituduh menyalurkan uang ke kelompok teroris.
Penampilan Yusuf terakhir di Amerika Serikat terjadi pada tahun 1976. Setelah konser di London pada 1979, dia fokus pada keluarga dan keyakinannya. (jri)
Sumber: Okezone
Berita Terkait:
- Pemerintah Harus Klarifikasi Irwandi Yusuf
- Setelah Tiga Polisi Syariat di Kota Langsa Gagahi Gadis 20 Tahun
- Islam Datang ke AS Dahului Columbus
- Michael Jackson, Islam dan Timur Tengah
- Ekspor Senjata ke Pemberontak Kolombia, Pengusaha Palestina Dihukum 25 Tahun
- PBB Harapkan Pidato Obama Tandai Era Baru Hubungan AS-Islam
- Terry Holdbrooks ; Memeluk Islam di Penjara Guantanamo
- Dialog Antara Islam dan Barat Merupakan Suatu Kewajiban
- Pulangnya Oposan Papua di Bumi Cenderawasih setelah Pergi Puluhan Tahun
- Tokoh OPM Kembali ke Papua Setelah 50 Tahun




