Jakarta – Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dinilai gagal memenuhi tiga hal yang ingin dicapai di bidang pendidikan. Tiga hal itu adalah perluasan akses pendidikan, peningkatan mutu pendidikan, dan perbaikan tata kelola anggaran atau akuntabilitas.
Demikian penilaian Koordinator Divisi Pendidikan Indonesia Corruptions Watch (ICW) Ade Irawan dalam sebuah diskusi terkait dengan Hari Pendidikan Nasional di Jakarta, Senin (4/5).
Menurut Ade, hingga kini belum semua lapisan masyarakat bisa memperoleh hak pendidikan yang murah. Dalam hal perluasan akses pendidikan, justru yang terjadi dari tahun ke tahun adalah peningkatan biaya yang harus dikeluarkan orang tua siswa.
Hasil riset ICW di lima daerah yang mewakili daerah perkotaan dan pedalaman ditemukan bahwa orang tua siswa SD harus mengeluarkan rata-rata Rp 3 juta per tahun pada 2006. Sedang pada 2008 meningkat menjadi Rp 4 juta per tahun. Hal ini sangat ironis lantaran sudah ada dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
“Jadi sekolah gratis itu hanya ada di iklan saja. Daripada pasang iklan mahal-mahal, lebih baik dana itu untuk pendidikan gratis saja,” ujar Ade.
Sementara itu, yang berkaitan dengan upaya peningkatan mutu, pemerintah juga belum berhasil mencapai hal tersebut. Dilihat dari out put pendidikan berupa lulusan dari perguruan tinggi misalnya, daya saingnya pun masih rendah dibanding lulusan perguruan tinggi negara-negara tetangga.
Bila pemerintah suka bangga dengan banyaknya juara Olimpiade misalnya, itu juga tidak bisa diklaim sebagai wujud peningkatan mutu pendidikan bangsa ini.
“Karena yang juara Olimpiade itu tidak mewakili seluruh siswa. Yang harus diingat, peserta olimpiade itu kan melalui proses karantina,” terangya.
Untuk poin ketiga yakni upaya akuntabilitas publik, ICW juga menilai pemerintahan SBY, terutama Mendiknas Bambang Sudibyo, juga belum berhasil.
“Dalam lima tahun ini Depdiknas lebih banyak mengiklankan dirinya sendiri. Depdiknas cenderung narsis. Mestinya lebih banyak upaya untuk mempermudah publik mengakses data penggunaan anggaran di Depdiknas,” tambahnya.
Ade juga menyatakan bahwa hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap penggunaan dana di Depdiknas selalu dengan opini disclaimer.
“Itu salah satu indikasi upaya perbaikan akuntabilitas belum berhasil,” tandasnya. [wid]
Sumber: RM Online
Berita Terkait:
- Anggota DPRA Dapat Beasiswa Pendidikan Dari Norwegia
- Mutu Pendidikan Aceh Masih Rendah
- Pendidikan Harus Bebas dari Tindak Kekerasan
- Pemerintah Aceh Lakukan Terobosan Tingkatkan Mutu Pendidikan
- Amburadul Pendidikan di Daerah Terpencil
- Masyarakat Aceh Tiga Tahun Nikmati Sekolah Gratis
- Wapres: Ketimpangan Pendidikan Ancam Integrasi Bangsa
- Isu Kritis Pendidikan Aceh
- “Mulai 2009 Tidak Ada Lagi Guru Bergaji di Bawah 2 Juta
- Bangkitkan Pendidikan Dayah





PENDIDIKAN GRATIS DI PERGURUAN TINGGI MASIH DIBUKA HINGGA 30 JUNI 2010
Memasuki tahun akademik 2010/2011 STAIS Kutim membuka pendaftan bagi lulusan SMA dan sederajat yang hendak melanjutkan pendidikannya ke jenjang Perguruan Tinggi. Pendafatan mahasiswa baru STAIS kutim telah dibuka sejak awal Mei 2010 dan akan berakhir pada tanggal 30 Juni 2010.
Seperti diketahui penyelenggaraan pendidikan di STAIS Kutim diselenggarakan secara gratis meliputi biaya operasional pendidikan (BOP),SPP dan uang gedung. Hal ini diungkapkan langsung oleh ketua STAIS kutai timur dalam rapat persiapan penerimaan mahasiswa baru TA 2010/2011 di Kampus STAIS Kutim, “Seperti tahun-tahun sebelumnya STAIS menyelenggakan pendidikannya secara gratis (tidak dipungut sedikitpun biaya pendidikan), apakah beban SPP, BOP maupun uang gedung, semua dibebaskan,.” ujar Ketua STAIS.
“Yang patut dibanggakan sampai saat ini STAIS Kutai Timur merupakan satu-satunya Perguruan Tinggi Agama Islam yang ada di Kutai Timur. Dengan status ini keberadaan STAIS diharapkan dapat menjadi pilihan utama bagi lulusan SLTA/sederajat di Kutai Timur dan Kabupaten sekitarnya untuk meneruskan pendidikannya”. Tambah ibu ketua.
Meski STAIS menyelenggarakan pendidikan secara gratis bukan berarti STAIS menyelenggarakan pendidikan secara asal-asalan. Pasalnya, untuk dapat menjadi mahasiswa STAIS disyaratkan memiliki kemampuan akademik dan kemampuan intelektual yang baik, guna mampu lulus dalam tes masuk penerimaan mahasiswa baru STAIS Kutim. Tes masuk calon mahasiswa STAIS 2010/2011 meliputi Tes pengetahuan agama, Pengetahuan umum dan kemapuan bahasa asing (Arab/Inggris). Juga tes kepribadian dan tes membaca al-Qur’an.
Terkait persyaratan pendaftaran mahasiswa baru, bagi lulusan SMA sederajat hanya dengan mengisi formulir pendaftaran, menyerahkan photo copy ijazah MA/SMA/SMK/ pesantren/ sederajat dilegalisir rangkap dua, photo copy DANEM dan pas photo hitam putih 3 x 4 dan 4 x 6 masing-masing 3 lembar. Sedang bagi lulusan D2 atau D3 yang hendak melanjutkan ke program S1 ditambahkan untuk memenuhi kelengkapan akademik berupa photo copy ijazah D2/ D3 yang telah dilegalisir.
Program studi yang ditawarkan STAIS saat ini adalah program studi Pendidikan Agama Islam (PAI), dengan orientasi mencetak lulusan ahli di bidang agama Islam, Guru PAI pada jenjang pendidikan MI/SD, MTs/SLTP dan MA/SLTA, tenaga professional di bidang kependidikan Islam, konsultan bidang pendidikan, konselor/ penyuluh keagamaan dan supervisor di bidang pendidikan.
Pendaftaran dapat dilakukan langsung di sekertariat Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru STAIS di Jl. APT. Pranoto No 1 Sengata Utara telepon 0549-5505855 tiap hari dan pada jam kerja yang ada. (Mustatho’, M.Pd.I/Divisi Publikasi PMB STAIS 2010/2011)
info lebih lanjut ada di http://www.staiskutim.ac.id
Hypotheken? Heel veel hypotheek informatie: verschillende hypotheekvormen, hypotheekrentes, nationale hypotheek garantie, hoe een hypotheek te vergelijken.
BKR problemen? Nu Geld lenen zonder BKR toetsing? Op zoek naar betrouwbare aanbieders? Wij vergelijken banken die u toch kunnen helpen aan een betrouwbare
Migraine is hoofdpijn die in aanvallen komt. De hoofdpijn komt plotseling op, soms midden in de nacht zodat u er wakker van wordt. De pijn zit meestal aan
Hoewel migraine op elke leeftijd voor het eerst kan optreden, begint dit type hoofdpijn meestal tussen de tien en veertig jaar. Bij de meeste mensen treedt