Corte Real, Antara – Pasukan khusus Belanda telah membebaskan 20 sandera Yaman, Sabtu (18/4), dan menahan singkat tujuh perompak yang memaksa tawanan mereka melayarkan “kapal induk” untuk menyerang kapal-kapal di Teluk Aden, beberapa pejabat NATO mengatakan.
Sementara itu, perompak telah membajak sebuah kapal yang terdaftar di Belgia dan 10 anggota awaknya, termasuk dua warga Belgia, lebih ke selatan di Lautan India. Satu sumber perompak mengatakan kapal itu, Pompei, akan dibawa ke pantai.
Geng-geng laut dari Somalia teleh menangkap puluhan kapal, membawa ratusan tawanan pelaut dan melarikan diri dengan jutaan dollar uang tebusan meskipun ada perkembangan yang belum pernah terjadi sebelumnya dengan militar asing di lepas pantai Tanduk Afrika itu.
Komandan NATO Letnan Alexandre Fernandez, yang berbicara di atas kapal perang Portugal Corte-Real, mengatakan 20 pelaut itu diselamatkan setelah sebuah kapal perusak angkatan laut Belanda dalam patroli NATO membalas serangan terhadap sebuah tanker yang dijalankan Yunani oleh perompak, yang menembakkan serangan senapan dan granat.
Kapal Belanda itu, MNMLS De Zeven Provinsien, mengejar para perompak, yang berada di sebuah sampan kecil di belakang “kapal induk” — sebuah kapal pencari ikan Yaman yang dibajak.
Fernandez mengatakan para sandera itu telah ditahan sejak pekan lalu. Pasukan khusus itu menahan singkat dan menanyai ketujuh pria bersenjata tersebut, katanya, tapi mereka tidak memiliki kekuasaan sah untuk menangkap mereka. “NATO tidak memiliki kebijakan penahanan. Kapal perang itu harus mengikuti hukum nasionalnya,” katanya.
Aparat kapal perang Belanda itu hanya dapat menangkap perompak jika perompak itu dari Belanda, korban dari Belanda, atau jika mereka di perairan Belanda.
Fernandez mengatakan sebuah granat berpeluncur-roket yang tidak meledak kemudian ditemukan di atas tanker itu, MT Handytankers Magic yang berbendera Kepulauan Marshall yang dijalankan oleh Roxana Shipping SA dari Yunani.
Seorang juru bicara pusat krisis pemerintah Belgia mengatakan keprihatinan meningkat atas Pompei, sebuah kapal penarik, setelah kapal itu memberikan isyarat Sabtu dini hari ketika kapal itu berada sekitar 600 Km dari pantai Somalia dalam perjalanan ke Seychelles.
Satu sumber perompak yang mengaku naik Pompei mengatakan di Mogadishu melalui telepon bahwa para perompak akan membawa kapal itu ke sebuah pangkalan di pantai. “Kami telah membajak sebuah kapal Belgia. Kami akan membawanya ke Haradheere,” katanya. Ia menolak disebutkan namanya.
Beberapa pengamat dan pakar keamanan regional mengatakan bahwa tanpa stabilitas politik di Somalia, yang telah terperosok ke dalam konflik selama 18 tahun, geng-geng perompak akan terus tumbuh subur.
Pada Jumat, lima pria bersenjata di sebuah sampan mendekati kapal barang Denmark, MV Puma, di Teluk Aden, yang mendorong kapal perang AS dan Korea Selatan untuk mengirim pesawat ke tempat itu.
Pekan lalu, perompak dari negara Tanduk Afrika membajak dua lagi kapal dan menembak dua yang lain. Sebuah kapal perusak Perancis menangkap 11 pria bersenjata Rabu, menggagalkan serangan lainnya.
Pemerintah Somalia merencanakan untuk menyampaikan proposal guna memerangi geng-geng laut itu pada pertemuan donor besar mengenai Somalia yang akan berlangsung di Brussels, Rabu dan Kamis.
Pemerintah mengatakan diperlukan banyak lagi uang untuk mengatasi ketidakamanan di darat dan untuk memberikan pekerjaan pada banyak pemuda yang menganggur di negara itu.
Berita Terkait:
- 11 WNI Masih dalam Sekapan Perompak Somalia
- Lagi, Gerombolan Perompak Somalia Bajak 2 Kapal
- 7 Ulama Pakistan di Bunuh di Somalia
- Polisi Baku Tembak dengan Perompak, Satu Sandera Thailand Dibebaskan
- Gerilyawan Somalia Serbu Kantor-kantor PBB
- Pasukan Perancis Ringkus Bajak Laut
- Militan Somalia Tembaki Anggota Kongres AS
- Perompak Somalia Hargai Kepala Phillips USD2 Juta
- Perompak Somalia Bajak Kapal Inggris
- Perompak Somalia Sita 2 Kapal




