Kandahar (kompas) – Dalam waktu sehari dan nyaris bersamaan di lokasi sama, Senin (23/2), Afganistan terguncang oleh dua bom bunuh diri. Serangan di kantor polisi antinarkoba di barat daya Afganistan itu membunuh seorang aparat kepolisian dan melukai dua lainnya.
Serangan bom bunuh diri pertama terjadi di selatan kota Zarang sekitar pukul 11.00 waktu setempat. Demikian kata Gubernur Ghulam Dastagir Azad. Pelaku bom bunuh diri yang berpakaian sipil mendekati markas polisi. Waktu aparat berteriak ke arah orang tersebut, justru yang bersangkutan malah meledakkan bom yang tertempel di tubuhnya. “Tapi, insiden itu tak menimbulkan korban,” kata Dastagir Azad.
Semenit kemudian, pelaku peledakan bom bunuh diri yang berpakaian polisi melakukan hal yang sama. “Bom kedua itu yang membunuh seorang polisi dan melukai dua orang lainnya,” kata Dastagir Azad melanjutkan.
Lebih lanjut, Azad mengatakan, cara-cara dobel pengeboman itu pernah dilakukan delapan anggota kelompok militan di kantor pemerintahan di Kabul pada bulan ini. “Waktu itu, 20 orang tewas,” katanya.
Dalam penjelasan Azad, kelompok Taliban tampaknya meningkatkan serangan seperti itu tiga tahun belakangan. Kini, kelompok itu menguasai sebagian kecil dari wilayah Afganistan.
Sementara itu, AS, seturut janji Presiden Barack Obama, bakal memasok 17.000 serdadu lagi untuk mengokohkan posisi di Afganistan. Kalau hal itu terealisasi, tentara pendudukan AS akan menjad 38.000 orang.
Berita Terkait:
- Serangan Bom Bunuh Diri di Pakistan
- Bom Meledak di Kabul, 2 Staf PBB Tewas
- Pengebom Bunuh Diri Tergiur 40 Bidadari
- David Carradine Dipastikan Tidak Bunuh Diri
- Gerilyawan Al-Shebab Akui Bunuh Menteri Keamanan Somalia
- Mantan Presiden Korsel Bunuh Diri
- Walikota Tewas Dalam Serangan Bom Bunuh Diri di Afghanistan
- Taliban Bunuh Wanita Anggota Parlemen Afghanistan
- 22 Orang Tewas Akibat Bom Bunuh Diri di Pakistan
- Anggota Polisi Diduga Bunuh Diri




